Selasa, 09 Februari 2010

Saatnya Bank Danai Sektor Pertanian

KETIKA musim hujan datang, sebagian be­sar petani di Indonesia senang karena pe­luang mendulang uang mulai dibuka. Musim tanam memang jarang diberitakan, pun saat persoalan pangan sudah sangat serius dan kritis. Ketersediaan pa­ngan dunia dalam ancaman kekura­ngan dan kenaikan harga disebabkan pemanfaatan komoditas seperti jagung, kedelai, dan gula untuk dijadikan biofuel, peme­nuhan kebutuhan energi.

Karena itu, Indonesia harus jauh berpikir ke depan untuk menjaga ketahanan pa­ngan­nya. Indonesia memiliki sekitar 50 juta hektare lahan pertanian. Sayang, ba­ru separo dari lahan itu yang siap dita­nami. Bayangkan jika seluruh lahan bi­sa dimanfaatkan secara serentak ketika musim tanam tiba. Sungguh luar biasa…

Investasi di bidang pangan ini sangat menggiurkan. Mengapa? Begini cerita­nya. Lebih dari 40 juta orang terlibat di bi­dang pangan ini. Pangan memiliki ma­ta rantai pendukung yang panjang, dari pengadaan bibit, alat pertanian, pupuk, hingga pengaturan irigasi. Mata rantai ini­lah yang menjadi penjaga kesuksesan mu­sim tanam, yang memang menentukan keter­se­diaan pangan 240 juta penduduk.

Selengkapnya: Saatnya Bank Danai Sektor Pertanian

1 komentar:

landep mengatakan...

bener banget , Pak . . . karena selama ni pertanian di Indonesia sangat memprihatinkan, padahal Indonesia adl negara Agraris . . . tp pada kenyataannya hanyalah pengimport beras. . .